Chelsea sebelumnya telah mengalami masalah terkait aturan keuangan UEFA, dan situasi itu berdampak pada strategi transfer mereka musim panas ini.
BACA JUGA:Garnacho Kembali ke Old Trafford Berseragam Chelsea, Amorim Kasih Ultimatum
Klub tidak bisa sembarangan membeli pemain baru, terutama untuk pendaftaran Liga Champions, tanpa lebih dulu menjual pemain dari skuad sebelumnya dengan nilai setara atau lebih besar.
Hingga akhir bursa transfer, Chelsea hanya mencatatkan keuntungan sekitar 20 juta euro, membuat ruang untuk belanja pemain sangat terbatas.
Kondisi ini akhirnya memaksa mereka beralih ke opsi lain yang lebih ekonomis.
Sebagai alternatif, Chelsea merekrut Facundo Buonanotte dari Brighton dengan skema peminjaman di menit-menit terakhir.
Langkah ini memungkinkan mereka tetap mendatangkan gelandang serang tanpa melanggar regulasi keuangan UEFA, namun harus merelakan Simons jatuh ke tangan rival sekota, Tottenham.
BACA JUGA:Fantastis! Wonderkid Liverpool Rio Ngumoha Siap Nikmati Kenaikan Gaji 7.000 Persen
BACA JUGA:Pep Guardiola: Erling Haaland Mampu Pecahkan Rekor 2 Pemain Moster
Kegagalan Chelsea mendatangkan Xavi Simons bukan karena kurang minat, melainkan karena tekanan keuangan dan regulasi UEFA yang ketat.
Sementara itu, Tottenham memanfaatkan celah tersebut dan berhasil mengamankan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.
Simons kini berseragam Spurs, sementara Chelsea harus melanjutkan musim dengan pilihan yang lebih hemat dan perhitungan yang lebih hati-hati dalam bursa transfer.