Gen Z Bisa Jadi Pahlawan Wakaf Digital, Begini Caranya Lewat HP

Kamis 25-09-2025,15:51 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Selain itu, potensi wakaf uang di Indonesia menurut BWI sangatlah besar, diperkirakan mencapai Rp 180 triliun per tahun.

Jumlah potensi wakaf uang tersebut dapat digunakan untuk membangun 36.000 sekolah dengan fasilitas lengkap atau bisa menghadirkan sekitar 900 hingga 1.800 rumah sakit tipe C atau membantu 18 Juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) dengan pinjaman modal 10 juta rupiah per UMKM. Luar biasa bukan potensi wakaf di Indonesia?

Estafet filantropi Islam hari ini mulai bergulir ke generasi Z yang dikenal sebagai digital native, yaitu mereka yang lahir dan tumbuh di era digital.

Mereka sangat akrab dengan teknologi digital sejak usia dini, sehingga teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.

BACA JUGA:Dompet Dhuafa Sabet Nazir Wakaf Terbaik di BWI Award 2025 Berkat Pengelolaan Aset Unggul

Generasi tersebut terkenal mudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan memiliki pikiran terbuka akan hal baru. Mereka cenderung berpartisipasi aktif untuk sesuatu yang menurut mereka memiliki nilai bagi mereka.

Memperkenalkan konsep wakaf kepada generasi ini akan membawa berkah yang luar biasa dalam membangun peradaban.

Mungkin hari ini secara kemapanan ekonomi, mereka sedang merintis, berada di posisi level bawah.Namun sepuluh sampai dua puluh tahun kemudian mereka akan mengisi jajaran manajerial.

Kita tidak perlu menunggu itu, sedikit harta yang mereka sisihkan secara rutin akan memberikan dampak yang masif. Mengingat masyarakat Indonesia hari ini mayoritas adalah usia produktif, yaitu generasi Z.

BACA JUGA:Jamaah Haji Aceh dapat Hadiah dari Tanah Wakaf, Terima 2.000 Riyal Per Orang

Dengan menanamkan literasi wakaf hari ini pada mereka akan membentuk suatu pondasi peradaban wakaf yang kokoh. 

Nilai menjadi sesuatu yang penting bagi generasi Z. Mereka juga kerap kali mencari pengalaman personal dalam rangka mencari makna dalam hidup.

Meningkatkan literasi wakaf kepada generasi tersebut tidak akan efektif jika masih menggunakan cara-cara konvensional seperti seminar, ceramah, dan semacam itu.

Kita perlu menciptakan nilai bersama dan melibatkan mereka dalam proyek wakaf, baik perihal campaign maupun penyaluran manfaat wakaf.

BACA JUGA:Tanah Wakaf Tak Lagi Terbengkalai, Menteri Nusron Umumkan Gebrakan Demi Umat

Kedua hal itu bukan hanya memberikan pengetahuan, melainkan juga pengalaman yang menyentuh emosi mereka.

Kategori :