Lebih lanjut, Pramono menegaskan, FKUB memiliki peran strategis untuk membuka ruang dialog lintas etnis, budaya, dan agama, memoderasi perbedaan pandangan, serta mengedepankan prinsip guyub, rukun, gotong royong, dan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan.
“Kehadiran FKUB penting untuk menjaga harmoni, mencegah potensi konflik, menumbuhkan toleransi, hingga memperkuat moderasi beragama dengan menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan warga,” jelasnya.
BACA JUGA:Berapa Banyak Unggahan dengan ChatGPT Plus? Ini Batasan Terbaru Tahun 2025
BACA JUGA:IMOS 2025: SMK dan Studds Luncurkan 4 Helm Baru Sekaligus, Dibekali Fitur Berlimpah
Ia pun berharap jajaran pengurus FKUB dapat meningkatkan sinergi dan melibatkan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta kedamaian di Ibu Kota.
"Jakarta bukan hanya milik satu kelompok, tetapi milik kita semua,” tegas Pramono.