Manchester United Incar Bursa Transfer Musim Dingin, Pemain Box-to-Box Paling Dicari

Sabtu 04-10-2025,13:32 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Setelah kekalahan menyakitkan 1-3 dari Brentford, gelombang kritik dari para legenda sepak bola Inggris seperti Gary Neville, Wayne Rooney, dan Jamie Carragher langsung menghantam Amorim.


Neville menyebut hasil pertandingan sebagai "bencana", Rooney terang-terangan mengatakan bahwa ia "tidak percaya" pada kapasitas Amorim, sementara Carragher bahkan mendesak dewan klub untuk segera memecat sang pelatih.

Namun Amorim tetap tenang menanggapi semua kritik itu.

“Saya tidak punya waktu untuk mendengarkan semua komentar itu,” ujarnya.

“Masalah terbesar saya bukan soal dipecat atau tidak. Yang saya khawatirkan adalah jika para pemain mulai mempercayai apa yang Anda (media) katakan, bahwa sistem kami adalah masalah utamanya. Padahal kami harus terus bermain dengan cara yang sama.”

BACA JUGA:Ruben Amorim Tinggalkan Manchester United: 6 Pemain Bintang Bisa 'Lolos' dari Bencana Formasi 3-4-3

BACA JUGA:Chelsea Buat Keputusan Pemecatan Enzo Maresca, Pelatih Italia Merasa Kehilangan Dukungan dari Pemain The Blues

Bela Sistem, Akui Masalah Bukan Formasi

Ruben Amorim juga membela pendekatan taktisnya yang sering mendapat sorotan, terutama soal penggunaan formasi 3-4-3.

Ia menekankan bahwa sistem Man United sebenarnya lebih fleksibel dari yang terlihat.

“Kami tidak selalu bermain dengan formasi 3-4-3. Baru-baru ini, kami memainkan Luke Shaw bersama dua bek tengah dan satu bek kanan. Di babak kedua melawan Brentford, kami bahkan tampil dengan formasi mirip 4-4-2,” jelasnya.

Menurut Amorim, permasalahan utama bukan terletak pada skema taktik, melainkan pada eksekusi dasar permainan.

BACA JUGA:Kontroversi Wasit: Gol Liverpool Lawan Crystal Palace Dinilai Sah Meski Ada Handball Mohamed Salah

BACA JUGA:Ngamuk, Fans MU Tolak Gareth Southgate Gantikan Ruben Amorim: Lebih Rela Menaruh Tangan ke Blender!

“Masalah kami saat ini adalah kami tidak cukup baik saat menguasai bola, dan terlalu lemah ketika kehilangan bola.”

Kini, Amorim dan timnya menghadapi tantangan berat saat berhadapan dengan Sunderland, tim promosi yang tampil mengejutkan di awal musim dan kini bertengger di posisi ke-6 klasemen.

Kategori :