Ia menambahkan, kebiasaan negara “menutup mata” terhadap kesalahan pejabat harus dihentikan.
Menurutnya, inilah saatnya membongkar secara terbuka dugaan mark up agar proyek besar tak lagi menjadi ladang pemborosan.
BACA JUGA:Rugi Triliunan! Proyek Kereta Cepat Whoosh Jadi “Bom Waktu” Bagi KAI
“Selama ini kita selalu menutup kasus, bilang ‘sudah lah, maafkan saja’. Akhirnya kebiasaan itu terus berulang. Sekarang sudah makin gila-gilaan,” kata Mahfud.
Mahfud juga menegaskan, peringatan ini bukan untuk menyerang pemerintahan siapa pun, melainkan demi keselamatan bangsa.
“Para aktor proyek ini masih ada sampai sekarang. Maka, untuk menjaga keselamatan bangsa, penyelidikan harus dilakukan secara jujur dan transparan,” tutupnya.