JAKARTA, DISWAY.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa dirinya dihujani pertanyaan dari sejumlah delegasi negara anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Hal itu terjadi buntut maraknya pemberitaan di media Indonesia mengenai rumor keluarnya Jepang dan Korea Selatan dari AFC yang kini menjadi sorotan di level internasional.
Yunus menjelaskan, isu tersebut mencuat saat dirinya dan Wakil Ketua Umum PSSI menghadiri Konferensi AFC di Riyadh, Arab Saudi, beberapa hari lalu.
Di forum itu, sejumlah delegasi negara menanyakan kebenaran kabar yang sempat viral di Indonesia.
"Beberapa hari lalu saya bersama Waketum PSSI baru pulang dari Riyadh menghadiri AFC Conference. Beberapa negara di AFC tanya ke kami soal kabar Jepang dan Korea akan keluar dari AFC, karena di media Indonesia ramai sekali diberitakan," jelas Yunus di Jakarta.
Menurut Yunus, rumor tersebut sudah terlanjur menyebar luas di kalangan internal AFC, dan hal itu dinilai dapat merugikan reputasi PSSI maupun kredibilitas media nasional di mata internasional.
BACA JUGA:Diungkap Dirtek PSSI! Simon Tahamata Bawa Legenda AC Milan ke Indonesia, Jay Idzes Ikut Bangga
"Ini tidak baik bagi kita, bagi PSSI, karena sudah viral di internal AFC. Mereka menyebut media-media Indonesia yang memberitakan Jepang dan Korea akan keluar dari AFC dan membentuk konfederasi baru," tekan dia.
Rumor keluarnya Jepang dari AFC pertama kali muncul di beberapa media internasional pada Jumat, 17 Oktober 2025, sebelum kemudian ramai diberitakan oleh sejumlah media nasional di Indonesia.
Spekulasi tersebut disebut dipicu oleh kekecewaan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) terhadap beberapa keputusan kontroversial yang diambil AFC, termasuk perubahan format Liga Champions Asia Elite (ACLE) 2024/2025 secara mendadak.
BACA JUGA:Bawa Garuda Muda Lolos Piala Dunia U-17, Nova Arianto Dapat Hadiah dari PSSI
Perubahan itu terjadi setelah mundurnya klub asal China, Shandong Taishan, yang membuat struktur turnamen dirombak secara sepihak.
Dampaknya, klub Jepang Vissel Kobe, yang semula berada di posisi ketiga, harus turun ke peringkat kelima dan gagal tampil di kompetisi bergengsi tersebut.
Selain itu, ketegangan semakin meningkat setelah AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.