Dengan penghormatan yang diterimanya itu, Lamine Yamal kini sejajar dengan tiga legenda besar yang pernah mendapat sambutan serupa dari publik Santiago Bernabeu: Diego Maradona, Ronaldinho, dan Andres Iniesta.
Pada tahun 1983, dalam laga Piala Liga Spanyol, Maradona mencetak gol ikonik setelah mengecoh kiper dan menggiring bola melewati bek Madrid yang sudah terjatuh sebelum menceploskan bola ke gawang.
Aksi brilian tersebut membuat sebagian pendukung Madrid berdiri dan bertepuk tangan — sebuah momen yang tak terlupakan dalam sejarah El Clásico.
Lebih dari dua dekade kemudian, pada tahun 2005, giliran Ronaldinho yang mendapat penghormatan serupa.
Pemain asal Brasil itu tampil luar biasa dengan mencetak dua gol indah yang membantu Barcelona menang 3–0 atas Real Madrid.
Aksi individunya yang menembus dua bek Real Madrid dan melepaskan tembakan keras tak mampu dibendung Iker Casillas, membuat para suporter tuan rumah berdiri memberi tepuk tangan — sebuah pengakuan atas kehebatan sang maestro.