Ekonomi Tak Stabil, Risiko Keamanan Melonjak: Pakar Beri Peringatan

Rabu 19-11-2025,14:29 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

Sementara itu, 95% meyakini bahwa peran manusia akan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan organisasi, tingkat tertinggi kedua di kawasan ini (rata-rata Asia Pasifik 89%).

Sanjay Verma, Presiden G4S - Asia dan Timur Tengah, mengatakan, “Kawasan Asia Pasifik terus menghadapi dinamika makro yang kompleks dan terus berubah, dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama. 

BACA JUGA:Kumpulan Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 November 2025, Koleksi Rewards Gratis!

BACA JUGA:PMJ Tunda Pemeriksaan ABH Ledakan SMAN 72, Ungkit Kondisi Medisnya

“Meningkatnya ketegangan geopolitik , perubahan ekonomi yang berkelanjutan, serta percepatan transformasi digital secara bersama-sama membentuk ulang lanskap keamanan bagi dunia bisnis,” ujarnya.

“World Security Report menunjukkan bahwa ketidakstabilan ekonomi menjadi sumber kekhawatiran yang meluas di seluruh kawasan, dengan Asia Pasifik mencatat tingkat kekhawatiran tertinggi secara global,” tuturnya.

Sanjay Verma pun mengtakan, kKondisi ini berpotensi memicu peningkatan risiko kejahatan bermotif finansial serta ancaman internal yang didorong oleh tekanan ekonomi.”

Pendekatan multi-dimensi sangat penting untuk menghadapi tantangan ini. Pertama, perusahaan perlu beradaptasi dengan kecepatan dan kompleksitas ancaman yang terus berkembang, khususnya yang didorong oleh teknologi digital. 

Investasi dalam teknologi keamanan canggih, terutama solusi berbasis kecerdasan buatan (AI), kini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. 

BACA JUGA:Tren Kinerja Melesat dan KUB masuk Tahap Akhir, Wagub Banten Ajak Pemda Perkuat Bank Banten

BACA JUGA:Timur Kapadze Tiba di Indonesia Pekan Ini, Dua Isyarat Bakal Latih Timnas? Effendi Gazali: Dia Ingin Sholat di Masjid Istiqlal

Kedua, menarik, melatih, dan mempertahankan tenaga kerja keamanan yang kompeten menjadi faktor krusial. 

Langkah ini harus dilanjutkan dengan investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia, guna meningkatkan keterampilan profesional keamanan garis depan agar mampu berkolaborasi secara efektif dengan teknologi, memperkuat kemampuan analitis, 

Serta menjaga kesejahteraan mereka. Ketiga, membangun budaya keamanan yang positif di seluruh organisasi tidak hanya di departemen keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab setiap karyawan.

Kategori :