Seluruh tahapan ini mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan Prioritas Nasional Nomor 7 dalam RPJMN 2025–2029. Transformasi ini diharapkan memperkuat daya saing ASN sekaligus menjawab kebutuhan birokrasi modern di tengah tantangan global.
BACA JUGA:Rayakan 25 Tahun Kehadirannya di Indonesia, Ford Luncurkan Next-Gen Ford Everest Titanium
Kepemimpinan Kolaboratif sebagai Kunci
Keberhasilan tahap awal proyek tidak lepas dari kepemimpinan kolaboratif di internal BPSDM. Tim Efektif Proyek Perubahan dibentuk lintas fungsi dengan dukungan penuh Kepala BPSDM. Selain itu, kolaborasi eksternal juga dijalin dengan berbagai lembaga regulator seperti Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), KemenPAN-RB, serta Ditjen Perundangan Kementerian Hukum dan HAM.
Hasil Analisis Matriks Stakeholder menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dijalankan berhasil mendorong pihak-pihak penting—seperti BKN dan LAN—untuk berpindah ke posisi Promoters, yakni kelompok yang memiliki kepentingan tinggi dan pengaruh besar terhadap keberhasilan program. Artinya, mereka tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mendorong kelanjutan implementasi.
Dukungan kuat dari para pemangku kepentingan ini sangat penting agar proses transformasi tidak terhenti di tengah jalan dan dapat berlanjut ke tahap berikutnya dengan lebih efektif.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan regulasi baru sebagai pilar utama, Kemenimipas menargetkan pengelolaan kompetensi ASN yang lebih adil, transparan, dan berkualitas. Setiap ASN diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan, sementara proses penilaian dapat dipantau secara terbuka dan berbasis merit.
Transformasi ini sekaligus menjadi model penyelenggaraan manajemen SDM aparatur yang modern dan kompetitif. Peluncuran regulasi ini menandai langkah strategis Kemenimipas dalam membangun tata kelola SDM yang lebih kuat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kemenimipas meyakini bahwa penguatan kapasitas SDM adalah fondasi utama untuk mewujudkan birokrasi yang efektif dan berdaya saing tinggi. Melalui perubahan yang berkelanjutan, kementerian berkomitmen mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.