Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memastikan proses pembelajaran mampu memberi dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan beberapa arah perubahan dalam model ekosistem pembelajaran, antara lain:
1. Kolaborasi pemerintah–swasta dalam penyediaan infrastruktur teknologi pembelajaran.
2. Kerja sama media dan akademisi untuk menghasilkan konten edukatif yang menarik dan mudah diakses.
3. Partisipasi masyarakat sebagai pemberi umpan balik sekaligus penggerak pembelajaran kolaboratif.
Purwadi berharap transformasi ini mampu menghasilkan ASN yang adaptif, progresif, dan konsisten meningkatkan kualitas layanan publik.
BACA JUGA:Electricity Connect 2025, Pemerintah Komitmen Bangun Ekosistem Kelistrikan Berbasis EBT
LAN Beri Penghargaan kepada Para Penggerak Kompetensi ASN
Dalam rangkaian NFLF 2025, LAN memberikan apresiasi kepada berbagai tokoh, lembaga, dan instansi yang telah berkontribusi dalam pengembangan kompetensi ASN.
1. Penghargaan Transformational Leader
Diberikan kepada pimpinan instansi yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kompetensi ASN, yaitu:
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan – Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H M.H
Menteri PANRB – Rini Widyantini, S.H., MPM
Menteri Sosial – Drs. K.H. Saifullah Yusuf
Jaksa Agung – Prof. Dr. ST. Burhanuddin, S.H., MM
Gubernur Jawa Timur – Dr. (H.C) Khofifah Indar Parawansa, M.Si
Kepala BPS – Amalia Adininggar Widyasanti, ST, M.Si, M.Eng, PhD
Bupati Garut – Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU