Ada perguruan tinggi swasta yang justru melejit pesat, seperti BINUS maupun Universitas 17 Agustus di Surabaya.
Hal ini menunjukkan kapasitas pengelolaan kampus sangat menentukan keberhasilan.
Dorongan Merger Agar Tetap Relevan
PTS berukuran kecil menghadapi tantangan berat dalam pembiayaan operasional.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Kerahkan 1.600 Personel Amankan Natal Tiberias di GBK Hari Ini
Jika biaya saja tidak mencukupi, tentu sulit berharap mereka mampu menjalankan riset dan melahirkan inovasi.
Karena itu pemerintah mendorong skema konsolidasi atau merger PTS, agar institusi kuat dan berdaya saing.
“Perguruan tinggi di Indonesia lebih dari 4.000, dua kali lipat jumlah di Cina. Maka kami dorong merger. Daripada kampusnya tutup, lebih baik konsolidasi,” tutur Najib.
Kendati begitu, ia mengakui bahwa perbedaan yayasan sering menjadi tantangan utama dalam proses penggabungan.
“Orangnya beda-beda, sehingga proses merger sering terhenti. Karena itu, kami berikan insentif agar mereka mau konsolidasi.”
BACA JUGA:DAMRI Bagikan Promo Tiket Bus Periode Desember 2025, Cek Persyaratannya
Jumlah PTS yang telah melakukan merger hingga kini belum dipublikasikan secara detail.
Namun Najib menegaskan jumlahnya cukup banyak dan akan diumumkan kemudian.
Menjadi Kampus Berdampak: Jalan yang Tak Bisa Ditunda