Prioritas penerima manfaat diberikan kepada lansia, janda, yatim, serta ustaz atau guru honorer yang rumahnya hancur dan tidak layak huni.
Selain pembangunan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga merencanakan pengadaan fasilitas pendukung di kawasan Rumtara, seperti akses air bersih, listrik, taman bermain, dan musala.
Di sektor kesehatan dan pendidikan, sejumlah program pemulihan disiapkan, termasuk layanan medis, pos gizi, sekolah darurat, serta dukungan pemulihan ekonomi melalui modal usaha dan cash for work.
Sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah melakukan respons darurat di berbagai wilayah terdampak.
BACA JUGA:Pengguna Narkoba di Indonesia Tembus 4,15 Juta Orang, Kelompok Usia Muda Paling Rentan
Hingga 30 Desember 2025, Dompet Dhuafa mencatat telah menjangkau 117.386 penerima manfaat di tiga provinsi, dengan berbagai bentuk bantuan mulai dari evakuasi korban, dapur umum, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik dan air bersih. (*)