Al-Maududi dan mayoritas ulama sependapat dengan hal itu sekitar tahun 620-621 M.
Akan tetapi, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri telah menolak pendapat tersebut.
Beliau mengatakan jika Khadijah ra meninggal pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan usai bulan Rajab. Sedangkan, di kala itu, belum ada perintah untuk salat lima waktu.
Bahkan, Syaikh al-Mubarakfuri ini juga menyebut ada 6 pendapat mengenai waktu kejadian Isra Miraj, tetapi tak satupun pendapat yang bisa dipastikan.
Dengan demikian, tak diketahui secara pasti kapan terjadinya peristiwa Isra Miraj tersebut.
BACA JUGA:Bulan Rajab 1447 H Jatuh Tanggal Berapa? Simak Info dan Jadwal Puasanya
Sejarah Isra Miraj
Melansir dari buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Quran oleh Ridwan Abqary, Isra Miraj sendiri merupakan peristiwa perjalanan malam Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
Adapun, jarak antara kedua masjid tersebut sangat jauh, akan tetapi Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril mampu melewatinya dalam waktu yang cukup singkat atas izin Allah SWT.
Perjalanan tersebjt dilakukan dengan menunggangi Buraq, makhluk sejenis burung yang digambarkan mempunyai tubuh besar dan kecepatan yang luar biasa.
Hewan itu diciptakan oleh Allah SWT dari kilat sehingga dapat terbang dengan sangat cepat.
BACA JUGA:Jadwal Puasa Rajab 1447 H Lengkap Bacaan Niat dan Tata Caranya
Selama di perjalanan tersebut, Rasulullah singgah di beberapa tempat bersejarah seperti Madinah, Bukit Thur Sina, dan Betlehem.
Di tempat-tempat tersebut, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan sholat dua rakaat.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan malam sampai di Masjidil Aqsa.
Di kala itu, Allah SWT telah mengumpulkan seluruh roh para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Isa untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Rasulullah SAW pun diminta untuk menjadi imam. Dari peristiwa ini menunjukkan bahwa kemuliaan dan kedudukan Rasulullah SAW yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan nabi-nabi lainnya.