Data Neraca Perdagangan untuk Memetakan Kemungkinan Skenario USDIDR

Rabu 14-01-2026,07:06 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Ketika harga komoditas melemah atau permintaan eksternal menurun, nilai ekspor turun. Dan jika impor tetap sama atau meningkat, neraca perdagangan dapat menyempit atau bahkan defisit, sebuah pergeseran yang seringkali membuat USD/IDR gelisah. Bayangkan seperti perahu yang kehilangan pemberat.

Dalam situasi tersebut, rupiah cenderung bereaksi lebih tajam terhadap berita negatif, dan dapat melemah lebih cepat, terutama ketika sentimen risiko global terasa rapuh, sesuatu yang diwaspadai oleh banyak pedagang di Bandung selama sesi perdagangan yang volatil.

Membaca Rilis Neraca Perdagangan Langkah Demi Langkah

Untuk menggunakan data neraca perdagangan secara efektif, pedagang Indonesia dapat mengikuti rutinitas terstruktur pada setiap rilis bulanan:

1. Perhatikan nomor judulnya

- Surplus atau defisit

- Ukuran dibandingkan dengan bulan lalu

2. Bandingkan dengan ekspektasi pasar

- Apakah surplusnya lebih besar atau lebih kecil dari perkiraan?

- Apakah hasilnya mengejutkan ke sisi positif atau negatif?

3. Uraikan ekspor dan impor

- Apakah ekspor naik atau turun?

- Apakah impor meningkat karena permintaan domestik yang kuat atau harga global yang lebih tinggi?

4. Periksa reaksi langsung USDIDR

- Apakah pasangan itu bergerak tajam di menit-menit pertama?

- Apakah pergerakannya berbalik pada hari berikutnya?

Urutan ini membantu memisahkan reaksi emosional dari analisis terstruktur.

Membangun Skenario USDIDR yang Mungkin

Alih-alih menebak arah pergerakan USDIDR, para trader dapat memetakan beberapa skenario dasar menggunakan arah neraca perdagangan dan faktor-faktor sederhana lainnya. Misalnya:

● Surplus yang kuat dan membaik

- Nilai ekspor meningkat secara stabil

Tags :
Kategori :

Terkait