Kurzawa bisa berbagi pengalaman menghadapi tekanan di kompetisi kelas dunia, termasuk saat Persib tampil di Liga Champions Asia.
Pengalaman semacam ini tidak bisa dibeli, dan menjadi aset penting bagi perkembangan kualitas pemain dan klub.
BACA JUGA:Layvin Kurzawa Gabung Persib, Fabrizio Romano Beri Respon ‘Here We Go’
BACA JUGA:Arsenal Siap Tikung Barcelona, The Gunners Tebus Julian Alvarez Rp1,9 Triliun
Strategi Jangka Panjang Persib
Langkah Persib ini bukan hanya soal sensasi atau branding.
Manajemen klub melakukan perhitungan matang, termasuk aspek teknis.
Sebagai contoh, pemain yang sebelumnya minim menit bermain tetap bisa memberikan kontribusi besar jika dikelola dengan sistem yang tepat, seperti yang pernah dibuktikan oleh pemain lain di bawah pelatih Bojan Hodak.
Bojan Hodak sendiri merekomendasikan perekrutan Kurzawa, sehingga tanggung jawab performa pemain ini juga ada pada pelatih.
BACA JUGA:Gary Neville Kecam Taktik Arteta Usai Arsenal Dipermalukan King MU: 'Mengerikan'
Ini menunjukkan bahwa keputusan ini bukan sekadar gimmick, tetapi bagian dari strategi penguatan tim jangka panjang.
Perekrutan Kurzawa ternyata bakal menarik penonton baru.
Banyak yang sebelumnya tidak mengikuti Liga Indonesia mulai tertarik menyaksikan pertandingan Persib, hanya untuk melihat performa pemain bintang ini.
Hal ini membuktikan bahwa strategi transfer dapat berdampak pada peningkatan popularitas liga, tidak hanya di level klub, tetapi juga nasional.
Persib Bandung berhasil membuktikan bahwa kombinasi strategi bisnis, branding, dan penguatan teknis bisa membawa Liga Indonesia ke panggung internasional.
BACA JUGA:Hormati Tragedi Longsor Cisarua, Persib Pakai Pita Hitam Saat Lawan PSBS Biak