JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Ia menyebut hal itu sebagai bentuk tanggung jawabnya karena tak menindaklanjuti saran Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Tanggapan saya itu, saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang di bursa kemarin. Karena dia kan tidak nge-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI," kata Purbaya di Danantara, Jumat, 30 Januari 2026.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan hal tersebut sangat fatal sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.
Ia menyebut jika tidak segera diperbaiki maka bisa mengganggu ke lainnya.
"Itu kesalahan dia yang fatal disitu, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain. Dia anggapnya ekonominya nggak stabil," ungkapnya.
"Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh. Kemarin kan orang bea cukai saya ganti 34-35 orang," sambungnya.
BACA JUGA:Soal Posisi Wamenkeu, Purbaya: Februari Berpeluang Dilantik, Nama Juda Agung Masih Fluid
Ia menyebut mundurnya Dirut BEI merupakan sentimen positif.
"Ini positif kalau orang yang ngerti. Kalau nggak ngerti, bye. Serok-serok," kata Purbaya sembari tertawa.
Meski demikian, ia mengaku tak mengetahui siapa penggantinya. Ia menyerahkan sepenuhnya ke BEI.
"Nggak tahu, itu kan ada prosedur di bursa sendiri. Kita biarkan, bursa mengatur," imbuhnya.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Anda Investor Pasar Saham Jangan Takut Turun
Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.