Padahal pada September 2025, May sempat berencana bahwa Queen sedang berdiskusi tentang kemungkinan residensi di tempat futuristik Sphere di Las Vegas.
Selain Amerika, May juga menambahkan bahwa bandnya tidak akan pernah bermain di Festival Glastonbury yang merupakan tempat legendaris di Inggris.
Keputusan May ini karena menurutnya penyelenggaranya telah melakukan pelanggaran hak-hak hewan.
BACA JUGA:Update Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp75 Juta Buat Modal UMKM, Cicilan 1-5 Tahun Bayar Berapa?
BACA JUGA:Arsenal dan Manchester United Bentrok, Liverpool Ikut Kejar Yan Diomande
“Saya tidak akan ikut Glastonbury tahun depan karena politik orang-orang yang menjalankannya, kecuali jika itu berubah,” tegas May.
“Mereka suka membunuh luak, dan mereka pikir itu untuk olahraga dan itu adalah sesuatu yang tidak dapat saya dukung karena kami telah mencoba menyelamatkan luak-luak selama bertahun-tahun,” tegas May.
“Mereka masih dibunuh selama bertahun-tahun, jadi itulah alasan kami menolak untuk konser di sana,” tambahnya.
Musisi rock veteran itu merujuk pada praktik membunuh atau menjebak luak di Inggris untuk menghentikan penyebaran penyakit di antara peternakan dan ternak.
Pada tahun 2019, pendiri Glastonbury, Michael Eavis, mengatakan bahwa bulan Mei adalah ancaman bagi pertanian.
Bahkan Eavis menyampaikan jika diri tidak peduli dengan luak dan akan memburu serta menggelar acara perburuan bersama.