JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merasa prihatin dengan meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gus Ipul mengatakan kasus tersebut akan menjadi atensi pemerintah.
“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah,” ujar Saifullah Yusuf, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan pendampingan sosial serta pembenahan basis data keluarga miskin agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar negara dapat hadir lebih cepat dan tepat sasaran bagi kelompok rentan.
“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” ujar dia.
"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan. Ya jadi itu, sampai disitu dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keperhatian kita bersama," sambungnya.
Sebelumnya, seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal gantung diri di pohon di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT pada Kamis, 29 Januari 2026.
BACA JUGA:Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Alarm Nasional, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis
Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi jasad siswa kelas IV SD itu.
Surat berbahasa daerah Bajawa itu ditulis oleh YBR dan ditujukan kepada ibunya. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki latar belakang peristiwa itu, termasuk dugaan kekecewaan korban yang tidak dibelikan peralatan tulis oleh ibunya karena terkendala ekonomi keluarga.