JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani turut prihatin atas peristiwa siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal karena bunuh diri akibat tidak dibelikan pulpen.
Ia menyebut peristiwa ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.
BACA JUGA:Lamine Yamal Pecahkan Rekor Gol Maradona di Barcelona pada Usia 18 Tahun
BACA JUGA:Eks Menlu: RI Gabung Board of Peace Usai Konsultasi dengan Negara Mayoritas Muslim
"Ya pertama tentu kami prihatin akibat dari peristiwa yang memilukan ini. Jadi ini alarm serius bagi dunia pendidikan kita. Memang ini ujian. Dunia pendidikan kita terus diuji. Semakin kita perbaiki, ujiannya semakin banyak," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Rabu, 4 Februari 2026.
Lalu mengatakan, Komisi X meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT untuk segera berkoordinasi menangani persoalan tersebut.
Menurutnya, penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan banyak pihak.
BACA JUGA:Ada Fenomena Gerhana Matahari Cincin Februari 2026, Ini Lokasi dan Cara Melihatnya
"Hari ini polisi informasinya sudah mulai melakukan penyelidikan. Apakah betul hanya gara-gara yang bersangkutan, ya boleh kita katakan pejuang pendidikan sebenarnya, apakah siswa-siswa kita ini, apakah benar karena tidak memiliki pensil atau pulpen dan sebagainya, sehingga mengakhiri hidupnya," imbuhnya.
Ia berharap kasus ini tak terulang lagi di daerah lain.
"Jangan sampai persoalan ini akan timbul lagi di daerah-daerah lain. Kita gak tahu apakah di daerah lain pernah terjadi. Mungkin karena tidak viral sehingga kita tidak mengetahui itu," tuturnya.