Kasus Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Puan Minta Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian Serius

Kamis 05-02-2026,15:31 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

Oleh karena itu, Puan mendorong agar program pendidikan diselaraskan dengan program-program bantuan sosial karena saling berkesinambungan.

“Program-program Pemerintah harus diarahkan untuk mengatasi persoalan mendasar dalam kasus ini, yaitu kemiskinan,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

BACA JUGA:Eks Murid dan Guru Adu Mekanik, Hector Souto Tak Gentar Hadapi Kensuke Takahashi di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

BACA JUGA:Sultan B. Najamudin Raih Anugerah Tokoh Inisiator Demokrasi Hijau

“Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi, hanya karena merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pulpen,” pungkas Puan.

Sebelumnya, seorang siswa SD berinisial YBR di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah berakhirnya hidupnya. Korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47).

Dalam surat tersebut, sebagaimana telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama

Mama saya pergi dulu

BACA JUGA:Gerebek Transaksi di Kalibata City, Polres Tanjung Priok Sita 5.095 Cartridge Etomidate

BACA JUGA:3 Cara Pinjam Uang di Bank untuk Mahasiswa Aman dan Terpercaya, Diawasi OJK

Mama relakan saya pergi

menangis Jangan ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya

Selamat tinggal Mama.”

Semasa hidup, YBR tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun di pondok kecil nan reot.

Kategori :