Ketimpangan Kaya dan Miskin di Jakarta Menipis, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Merata

Jumat 06-02-2026,11:27 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, angka ketimpangan antara kaya dan miskin di Ibu Kota kian menipis.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, hal ini menunjukan pertumbuhan ekonomi lebih merata di semua kelompok masyarakat.

Kata dia sejalan dengan penurunan tingkat kemiskinan di Jakarta pada September 2025, ketimpangan pengeluaran (Gini Rasio) juga mengalami penurunan.

BACA JUGA:BPS Catat Penduduk Miskin di Jakarta Turun Jadi 439 Ribu Orang di 2025

Adapun berdasarkan data BPS DKI jumlah penduduk miskin di Jakarta turun menjadi 439,12 orang di September 2025 yang sebelumnya 464,87 ribu orang di bulan Maret 2025.

"Hal ini berarti gap pengeluaran penduduk kelas atas dan kelas bawah menjadi semakin sempit. Penurunan ketimpangan ini menunjukkan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi mulai lebih merata di semua kelompok masyarakat," kata Kadarmanto dalam keterangannya pada Jumat, 6 Februari 2026.

Ketimpangan pengeluaran sambung Kadarmanto juga dapat diukur dari distribusi pengeluaran penduduk.

Distribusi pengeluaran penduduk September 2025 menunjukkan bahwa pada kelompok pengeluaran 40 persen terbawah mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen poin menjadi sebesar 16,97 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 16,12 persen.

"Menurut kategori Bank Dunia, angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk di DKI Jakarta masih berada pada kategori ketimpangan sedang," ucapnya.

Menurutnya terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan di DKI Jakarta.

BACA JUGA:Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5.21 Persen, Gubernur Pramono: Insentif dan Kolaborasi Jaga Daya Beli Warga

Faktor pertama ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 1,62 persen dari triwulan I ke Triwulan III 2025, yaitu dari Rp554,25 triliun menjadi Rp563,22 triliun.

Kemudian pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) pada Triwulan III Tahun 2025 sebesar 333,11 triliun rupiah (atas dasar harga konstan), meningkat sebesar 3,40 persen dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2025 yang sebesar 322,15 triliun rupiah.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan sebesar 0,13 persen poin dari Februari 2025 ke Agustus 2025, yaitu dari 6,18 persen menjadi 6,05 persen.

"Secara tahunan, TPT juga menurun sebesar 0,16 persen poin, dari Agustus 2024 ke Agustus 2025," lanjut Kadarmanto.

Kategori :