Mitra SPPG Wajib Pantau Pengelolaan Dapur SPPG tanpa Mengintervensi

Minggu 08-02-2026,18:21 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyerukan agar Mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional dapur Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG). 

“Anda di rumah, cuma nyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus (anda) kongko-kongko dapat 6 juta sehari, itu keterlaluan,” ujar Nanik di Pacitan, Sabtu, 7 Februari 2026.

Mitra sehari-hari harus ikut memantau bagaimana sistem tata kelola dapur SPPG dijalankan.

Mereka juga harus mau merogoh kocek untuk menyiapkan Chef cadangan untuk ikut mengawasi seluruh alur memasak.

BACA JUGA:SPPG Purwosari Pastikan Meninggalnya Siswi SMAN 2 Kudus Tidak Terkait dengan MBG

Karena uang insentif 6 juta sehari itu termasuk uang sewa peralatan dapur, maka Mitra SPPG harus menyiapkan peralatan dapur yang baik dan berkualitas. Semua peralatan yang dipakai di dapur MBG juga harus dalam kondisi baru.

Mitra pun harus membangun dapur sesui dengan Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Sebab, penilaian sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) juga berdasarkan apakah pembangunan dapur sesui Juknis BGN atau tidak. Jika tidak sesui, maka Dinkes akan meminta dapur diperbaiki sampai sesuai Juknis.

Mitra juga harus merekrut relawan dengan persyaratan tes kesehatan terlebih dahulu dan melakukan tes kesehatan berkala 4 bulan sekali pada relawan.

BACA JUGA:Kantin Sekolah Bakal Ikut Pasok MBG, Nanik Sudaryati Deyang: Akan Libatkan Pengawas Gizi SPPG

Mitra juga harus mendaftarkan karyawan untuk ikut BPJS Tenaga Kerja.

Meski harus melalui seleksi kesehatan yang ketat, Mitra tidak boleh menolak calon relawan yang difable namun sehat, untuk ikut bekerja di dapur MBG.

Tapi sebaliknya, Mitra tidak diperkenankan mengintervensi, apalagi mendominasi atau bahkan menyetir dapur SPPG.

“Masa makanan sudah disusun ahli gizi terus (anda) mengambil alih. Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi rame. Ini intervensi. Lah sampeyan itu, sing pinter itu Ahli Gizi, opo sampeyan? (Yang pintar itu ahli gizi atau anda?) Loh kok malah ngatur  ahli gizi. Mergo blonjone ben iso murah, ben iso njukuk bathi akeh (karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak),” kata mantan wartawan senior itu dengan tegas.

BACA JUGA:Hutama Karya Bangun 80 Titik SPPG, Perkuat MBG di Hari Gizi Nasional 2026

Nanik menguraikan dua hal yang harus menjadi acuan para Mitra SPPG itu, saat memberikan pengarahan dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Pacitan.

Kategori :