DISWAY - Houston Rockets berhasil mencuri kemenangan krusial dalam lawatannya ke markas Oklahoma City Thunder dengan skor akhir 112-106 pada Sabtu (7/2) waktu setempat.
Bintang veteran Kevin Durant menjadi sosok protagonis sekaligus penentu kemenangan lewat tembakan krusial di 1 menitan terakhir, membungkam ribuan pendukung mantan timnya yang memadati Paycom Center. Pertandingan dimulai dengan atmosfer yang sangat panas.
Bagi publik Oklahoma City, kehadiran Kevin Durant selalu membawa luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Sejak menit pertama
Oklahoma City Thunder, yang tampil tanpa sang mega bintang sekaligus kandidat MVP musim ini, Shai Gilgeous-Alexander (SGA) akibat cedera abdominal strain, sempat menunjukkan semangat juang yang luar biasa di babak pertama.
Dipimpin oleh guard muda Cason Wallace yang tampil eksplosif dengan torehan 23 poin, Thunder sempat memimpin hingga selisih 15 poin pada kuarter kedua.
Ketidakhadiran SGA memaksa pelatih Mark Daigneault untuk memutar otak dan mengandalkan kolektivitas tim. Strategi ini awalnya berjalan mulus.
Chet Holmgren mendominasi area bawah ring dengan catatan double-double 10 poin dan 10 rebound hanya di paruh pertama.
Sementara Isaiah Joe memberikan ancaman konstan dari garis tripoin. Memasuki jeda antar babak, Thunder memegang kendali permainan dengan skor 52-46.
Memasuki kuarter ketiga, pelatih Houston Rockets, Ime Udoka, melakukan penyesuaian strategi defensif yang signifikan. Rockets mulai menerapkan skema switching yang lebih agresif untuk mematikan pergerakan bola cepat khas Thunder. Di sisi ofensif, Alperen Sengun menjadi motor serangan yang tak terhentikan.
Sengun mencatatkan triple-double ke-10 dalam kariernya dengan 17 poin, 12 rebound, dan 11 assist. Visi bermainnya yang luar biasa memudahkan Tari Eason untuk mendapatkan posisi terbuka di sudut lapangan. Eason tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi Rockets malam itu dengan torehan 26 poin, yang merupakan catatan tertinggi pribadinya musim ini (season-high).
Rentetan poin dari Eason dan dominasi Sengun di paint area membuat Houston berbalik unggul 80-74 saat memasuki kuarter pamungkas. Pertahanan Thunder yang sempat solid di awal laga mulai menunjukkan celah akibat kelelahan pemain inti yang dipaksa bermain menit panjang tanpa rotasi SGA, Jaylen Williams dan Ajay Mitchell.
Kuarter keempat menjadi saksi betapa berharganya pengalaman seorang Kevin Durant. Meskipun ia tidak terlalu banyak melepaskan tembakan di paruh pertama (hanya 3 percobaan tembakan), Durant muncul saat tim sangat membutuhkannya. Saat Thunder mencoba bangkit melalui aksi individu Aaron Wiggins dan tembakan jarak jauh Isaiah Joe yang memperkecil selisih menjadi satu digit, Durant mengambil alih kendali.
Dengan waktu tersisa sekitar satu menit dan skor ketat 105-101, Durant mengeksekusi sebuah tembakan jumper jarak menengah yang menjadi ciri khasnya, tepat di hadapan penjagaan ketat Aaron Wiggins. Tembakan tersebut membuat keunggulan Rockets melebar menjadi enam angka, sebuah jarak yang sangat berat untuk dikejar dalam sisa waktu yang sempit. Ia menutup pertandingan dengan total 20 poin dari efisiensi tembakan yang tinggi (6-dari-10 FG).
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka di klasemen bagi Houston Rockets, melainkan sebuah pernyataan mental. Bagi Kevin Durant, setiap kemenangan di Oklahoma City memiliki makna personal. Sembilan setengah tahun telah berlalu sejak kepindahannya yang kontroversial ke Golden State Warriors, namun emosi di Paycom Center tetap tidak berubah.
"Kami tahu mereka akan bermain dengan energi tinggi karena mereka tampil di rumah sendiri," ujar Durant dalam sesi wawancara usai laga.