Wussh! F-16 dan Super Tucano Jajal Tol Terpeka Lampung untuk Take Off dan Landing!

Rabu 11-02-2026,22:17 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

Indonesia, jelas Donny, memiliki sistem pertahanan semesta di mana urusan pertahanan bukan hanya merupakan ranah TNI. 

"Sistem pertahanan kita itu adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta. Artinya pertahanan itu bukan urusan TNI saja, tidak, tapi seluruh elemen masyarakat itu terlibat aktif di dalam pertahanan negara kita," ujar Donny. 

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 27 dan 30 Undang-undang Dasar (UUD) 1945, di mana uji coba pendaratan tersebut merupakan salah satu perwujudannya. 

"Ini salah satu perwujudan dari pelaksanaan undang-undang tersebut. Di sini kita melihat bagaimana kita kerja sama antara Kementerian Pertahanan, Kementerian PU, kemudian TNI Angkatan Udara, dan juga yang merawat jalan tol ini mengoperasionalkan dari Hutama Karya," ujar Donny. 

"Dan tentunya dari masyarakat yang ada di sini, artinya rela untuk tidak menggunakan sementara jalan tol, harus keluar jalan tol, melalui jalan nasional, dan mungkin harus macet di sana. Itu merupakan salah satu bentuk perwujudan dari bela negara," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Donny mengungkap rencana membangun jalan tol yang dapat berfungsi sebagai landasan pesawat tempur. 

"Ke depannya, ini nanti kita akan melanjutkan, tidak hanya di sini. Di beberapa tempat di Indonesia, kita akan bangun jalan tol yang juga dapat difungsikan sebagai runaway," ujar Donny. 

BACA JUGA:Peringati HUT ke-1, APUDSI Gelar Rakernas 2026 Bertajuk Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa

Kemenhan, ungkap Donny, sudah memiliki peta jalan atau roadmap di seluruh Indonesia terkait pembangunan jalan tol multifungsi tersebut. 

"Kita sudah punya roadmap di seluruh Indonesia akan dibangun jalan tol ataupun mungkin jalan nasional yang memenuhi persyaratan, untuk bisa kita suatu saat kita fungsionalkan untuk runway," ujar Donny. 

Donny menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. 

"Sehingga kita menghendaki tiap pulau tersebut kita punya pangkalan-pangkalan yang cukup banyak. Sehingga kalau satu pangkalan diserang, kita masih punya alternatif yang cukup banyak," papar Donny. 

Landasan Alternatif 

Senada dengan Wamenhan, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono berharap setiap provinsi di Indonesia memiliki satu tempat alternatif untuk landasan pesawat tempur. 

"Harapannya nanti ada, setiap provinsi ada satu tempat yang bisa sebagai alternate landasan," ujar Tonny. 

Ia menjelaskan, ruas jalan yang dapat menjadi alternatif landasan pacu jet tempur adalah jalan yang memiliki panjang 3.000 meter. Selain itu, terdapat aspek keamanan yang juga harus dipenuhi untuk menjadikan ruas jalan sebagai alternatif landasan pesawat tempur. 

"Safety yang terpenting. Kemudian pengembangan ke depan nanti seperti apa? Kita masih akan pikirkan, apakah kita akan membuat perlengkapan penerbangan dan sebagainya. Tentunya itu masih memerlukan kajian yang mendalam," beber dia. 

Kategori :