BRIN dan CEO Sepakat, Ekonomi Sirkular Jadi Penentu Net Zero 2060

Minggu 15-02-2026,01:05 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama para pemimpin perusahaan nasional menegaskan bahwa ekonomi sirkular menjadi penentu keberhasilan Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Dalam Circular Economy Executive Dialogue 2026 di Jakarta, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan ekosistem riset dinilai krusial untuk mempercepat transformasi model bisnis berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Diskusi panel bertajuk “Scaling Circularity – Challenges, Policy, and Partnerships” yang dimoderatori oleh Nicholas Goodwin, Country Director Delterra, membahas tantangan utama dalam mempercepat penerapan ekonomi sirkular di Indonesia, termasuk pembiayaan, kesiapan teknologi, harmonisasi kebijakan, dan perubahan perilaku konsumen.

BACA JUGA:HPSN 2026, Ini Cara Mayora Grup Perkuat Ekonomi Sirkular

Diskusi ini menegaskan pentingnya kemitraan lintas sektor untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan di sepanjang rantai nilai. Sejalan dengan komitmen tersebut, lima perusahaan bergabung sebagai anggota inti IGCN Circular Economy Working Group, yaitu PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, PT TBS Energi Utama Tbk, PT Amita Tamaris Lestari, PT Unilever Indonesia Tbk, dan PT Dynapack Asia.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan CEO Discussion Session yang membahas pengalaman nyata pelaku usaha dalam mengadopsi model bisnis sirkular, peluang inovasi, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Dimoderatori oleh Verlyana Hitipeuw, CEO & Chief Consultant Kiroyan Partners, sesi ini menegaskan pentingnya kepemimpinan bisnis dalam menjadikan ekonomi sirkular sebagai strategi inti perusahaan, bukan sekadar agenda kepatuhan.

BACA JUGA:Langkah Membumi Ecoground 2025, Blibli Ajak Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Sirkular

UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan dukungan PT Amita Tamaris Lestari, menyelenggarakan Circular Economy Executive Dialogue 2026 di gedung BJ Habibie, BRIN, yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari pemerintah, pimpinan perusahaan, serta mitra ekosistem untuk membahas strategi percepatan transisi ekonomi sirkular sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Adanya transisi menuju ekonomi sirkular bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta mendukung komitmen Indonesia dalam Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) dan target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Selain manfaat lingkungan, ekonomi sirkular juga menawarkan potensi ekonomi yang signifikan.

BACA JUGA:Langkah Membumi Ecoground 2025, Blibli Ajak Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Sirkular

Bappenas memperkirakan penerapan ekonomi sirkular dapat berkontribusi sebesar Rp593–638 triliun terhadap PDB nasional pada 2030 serta menciptakan lebih dari 4,4 juta lapangan kerja hijau di berbagai sektor.

Y.W. Junardy, Presiden IGCN, menekankan peran strategis sektor swasta dalam mendorong transformasi ekonomi sirkular.

“Transisi menuju ekonomi sirkular bukan hanya agenda keberlanjutan, tetapi juga peluang strategis bagi dunia usaha. Melalui Executive Dialogue ini, kami mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara sektor bisnis dan pembuat kebijakan untuk mempercepat solusi sirkular yang berdampak dan dapat diskalakan di Indonesia," katanya. 

Kategori :