Dengan strategi ini, pemerintah ingin memastikan bahwa meski operasional kantor sedang jeda, asupan gizi anak bangsa dan kelompok rentan di wilayah Gerbang Lima tidak ikut terhenti.
Perubahan strategi menu ini menjadi bukti bahwa program Makan Bergizi Gratis terus beradaptasi dengan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat tanpa mengesampingkan standar kesehatan yang ketat.