5 Materi Khutbah Jumat Awal Ramadhan 2026, Tingkatkan Ibadah dan Koreksi Diri

Kamis 19-02-2026,23:43 WIB
Reporter : Adinda Salsabila
Editor : Adinda Salsabila

Ada lima rukun khutbah yang harus diketahui, di antaranya:

  • Membaca pujian kepada Allah SWT
  • Membaca  shalawat kepada Nabi SAW
  • Wasiat Taqwa
  • Membaca ayat AL-Quran
  • Doa untuk orang mukmin di khutbah kedua

Materi Khutbah Jumat Awal Ramadhan 2026

Memasuki awal Ramadhan 2026, momen penyampaian khutbah menjadi sarana edukasi spiritual untuk menjalankan ibadah puasa 1447 H.

Sehingga, materi yang disampaikan harus mampu menyentuh sisi emosional serta intelektual umat agar semangat beribadah tetap terjaga.

Maka dari itu materi teks khutbah Jumat di awal Ramadhan 2026 menjadi rujukan penting bagi khatib untuk menyebarkan nilai-nilai ketakwaan sesuai tuntunan syariat Islam yang relevan.

Berikut contoh materi yang bisa disampaikan khatib dalam khutbah Jumat awal Ramadhan 2026 pada 20 Februari.

1. Khutbah Jumat Awal Ramadhan 2026: Sambut Ramadhan dengan Ilmu

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْاٰنَ

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْاٰنِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ (البقرة: ١٨٣)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Takwa adalah sebaik-baik bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Oleh karena itu, khatib mengawali khutbah yang singkat ini dengan wasiat takwa. Marilah kita semua selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata'ala dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segenap larangan.

Hadirin rahimakumullah,

Tidak lama lagi, kita akan memasuki gerbang Ramadhan 1443 H. Petang ini, setelah terbenamnya matahari, jika hilal berhasil dilihat, maka besok, hari Sabtu kita mulai berpuasa. Sebaliknya, jika petang ini hilal tidak berhasil dilihat karena mendung, maka hitungan bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari, dan kita memulai puasa Ramadhan pada hari Ahad lusa.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ibadah puasa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah-ibadah yang lain. Di antaranya adalah seperti yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ اٰدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Maknanya: "Setiap amal baik anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan balasannya adalah sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ta'ala berfirman (dalam hadits qudsi): "Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku langsung yang akan membalasnya, orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku" (HR Muslim)

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa puasa adalah milik Allah. Kenapa puasa disebut secara khusus sebagai milik Allah? Padahal semua kebaikan dan seluruh ibadah pada hakikatnya adalah milik Allah. Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud karena puasa adalah ibadah yang jauh dari niat riya' (melakukan ketaatan bukan karena Allah, tapi karena ingin mendapatkan pujian dari sesama hamba).

Kategori :