JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui jika persoalan mendasar Ibu Kota seperti kemacetan dan banjir belum dapat sepenuhnya diatasi dalam satu tahun kepemimpinannya.
Diketahui hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, tepat satu tahun Pramono menjadi Gubernur DKI Jakarta.
BACA JUGA:Evakuasi Kereta Bandara di Stasiun Poris Selesai, Lalu Lintas dan Perjalanan Kembali Normal
BACA JUGA:Saat Kereta Bandara Temper Truk di Tangerang Warga Dengar Suara 'Gedebuk': Kirain Ufo Jatuh
Pramono bersama wakilnya Rano Karno pun menghelat syukuran atas satu tahun kepemimpinannya.
Kegiatan syukuran dengan tema "Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah" ini digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.
"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," kata Pramono di lokasi.
Untuk mengatasi persoalan banjir, tahun ini Pramono pun akan mengeksekusi program normalisasi di tiga kali utama Jakarta.
BACA JUGA:Polisi Beberkan Detik-detik KA Bandara Tabrak Truk di Poris, Tidak Ada Korban Jiwa
BACA JUGA:Weight Loss Berhasil hingga 19 Kg Lewat Metode Cerdas dari LIGHTweight Challenge
Tiga sungai yang akan dinormalisasi tahun ini meliputi Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Dengan normalisasi Kali Ciliwung setidaknya dapat mengurangi tingkat banjir di Jakarta sebesar 40 persen.
Sementara untuk normalisasi Kali Krukut yang sepanjang 1,3 kilometer (Km) itu sebagai upaya menanggulangi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya.
Sedangkan normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan dapat berkontribusi besar mengurangi banjir di wilayah Kelapa Gading, dan Cilincing, Jakarta Utara.
"Termasuk kemudian beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat," ujarnya.