"Panjang umur perjuangan," tulis yang lain.
"Kalimat Ibu Takut Gusss, adalah pembakar semangat," tulis yang lain lagi.
Dengan begitu haru, Tyo justru menuliskan bahwa ada 3 ibu yang wajib ia lindungi dalam hidupnya.
BACA JUGA:Sutiyoso Beberkan Awal Mula Pembangunan Monorel hingga Mangkrak
Pertama adalah ibu yang melahirkannya, kedua yakni ibu pertiwi, dan ketiga adalah ibu yang akan melahirkan anak-anaknya kelak.
“TIGA IBU
Ada tiga Ibu yang sampai kapan pun akan saya jaga martabat dan keselamatannya apapun resikonya.
Yang pertama, Ibu yang telah melahirkan saya dan dengan sangat baik mendidik saya untuk berani berkata jujur serta berkepribadian ksatria.
Yang kedua, Ibu Pertiwi yang dari Tanah dan Air-nya saya tumbuh dewasa, mengenal semesta, dan mempersaudarakan saya dengan banyak manusia.
Yang ketiga, Ibu yang kelak melahirkan anak-anak saya dan menyalakan harapan untuk segala cita-cita yang mungkin belum bisa tuntas diraih usia.
Ketiganya, meskipun belum lengkap sempurna, akan senantiasa saya cinta, tanpa memenangkan atau mengalahkan salah satunya,” tulis Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM.
Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM mengaku mendapatkan teror hingga ancaman pembunuhan usai menjadi sorotan atas kritikannya terhadap Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Ketua BEM UGM Terima Ancaman Usai Kritik Pemerintah, Istana: Sampaikan Kritik dengan Santun
Ia menceritakan seperti apa teror tersebut yang ia dengar dari sebuah kabar operasi intelijen.
Dalam dialog bersama Forum Keadilan TV, Tiyo menjelaskan bahwa dirinya diancam dibunuh.
“Bahkan ancaman pembunuhan, bentuknya apa? Ada seorang dosen anonim, dosen salah satu universitas di Bandung. Dia mengaku mendapatkan bocoran informasi bahwa ada operasi intelijen yang targetnya adalah untuk membunuh ketua BEM UGM. Informasi itu sampai ke rekan kami, kemudian rekan kami menyampaikan ke kami,” ujar Tiyo.