2. Romelu Lukaku - 74 juta euro (Inter Milan, 2019)
Hanya sedikit orang di Mancvhester United yang mau mengakui hal itu, termasuk manajer saat itu Ole Gunnar Solskjaer.
BACA JUGA:Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1! Viktor Gyokeres Cetak Brace, The Gunners Makin Perkasa di Puncak
BACA JUGA:Intip Daftar 10 Transfer Pemain Terbesar Arsenal Sepanjang Masa, Van Persie hingga Cesc Fabregas
Tetapi keputusan untuk menjual Romelu Lukaku ke Inter dengan harga rugi mungkin adalah keputusan yang buruk.
Pemain asal Belgia itu kemudian menggemparkan Serie A dan menjadi kunci dalam menghentikan dominasi Juventus selama satu dekade di sepak bola Italia dengan membantu Nerazzurri memenangkan Scudetto 2020-21.
Dengan manajemen yang tepat, Lukaku bisa saja menemukan performa terbaiknya di Old Trafford, bukan di Italia.
Ia kembali ke Chelsea sebelum dipinjamkan ke Inter dan Roma.
Kemudian ia pindah ke Napoli secara permanen, dan kembali menjalin hubungan baik dengan Antonio Conte.
BACA JUGA:Link Live Streaming Tottenham vs Arsenal di Liga Inggris 2025/26, KickOFF: 23.30 WIB
3. Angel Di Maria - 63 juta euro (PSG, 2015)
Sekilas, perekrutan Angel Di Maria oleh Manchester United pada musim panas 2014 tampak sangat masuk akal.
Ia merupakan transfer termahal mereka saat itu, dengan nilai 75 juta euro, setelah baru saja membantu Real Madrid menjuarai Liga Champions dengan penampilan gemilang sebagai Pemain Terbaik di final.
Namun, Di Maria juga menghadapi masalah serupa dengan Juan Sebastian Veron, yaitu kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya, dan kejadian rumahnya dibobol tentu tidak membantu Di Maria untuk menetap.
Namun, jika Louis van Gaal mengharapkan Di Maria untuk memimpin tim ke era baru, dia telah merekrut pemain yang salah.