JAKARTA, DISWAY.ID-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin serius dalam mengawal transisi ekonomi hijau di Indonesia. Hal ini ditegaskan kembali dalam perhelatan The 2nd Indonesia Climate Banking Forum yang digelar di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Kamis (26/2).
Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan regulasi hukum dengan kebijakan iklim nasional demi mendukung pertumbuhan keuangan berkelanjutan.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung komitmen Presiden RI Prabowo Subianto.
BACA JUGA:Permen 6/2026 Berlaku, Sekolah Aman Jadi Fokus Utama Kemendikdasmen
Menurutnya, sustainable finance kini telah menjadi bagian integral dari transformasi ekonomi nasional.
"Kami telah mengeluarkan berbagai POJK terkait kewajiban laporan keberlanjutan. Ini adalah bentuk integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam perjalanan strategis lembaga keuangan," ujar Friderica di hadapan media.
Friderica menambahkan, fokus OJK saat ini adalah mendorong integrasi risiko iklim ke dalam tata kelola dan manajemen risiko perbankan.
Hal ini sesuai dengan amanat POJK Nomor 17 Tahun 2023, yang menekankan pentingnya kepatuhan terintegrasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ancaman perubahan iklim.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi yang sangat positif antara otoritas dan pelaku industri," imbuhnya.
BACA JUGA:Polri Siapkan Skenario Jumbo Operasi Ketupat 2026
Senada dengan Friderica, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa forum ini akan menjadi cikal bakal kelompok kerja (Pokja) yang sangat bermanfaat bagi industri.
Pokja tersebut akan bertugas mengarahkan aliran pembiayaan ke sektor-sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.
"Kita akan bicara panjang lebar terkait Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). Ke depannya, ini akan diimplementasikan secara operasional, terutama di sistem perbankan kita," jelas Dian.
Dian menekankan bahwa OJK berkomitmen penuh untuk terus mengawasi arah kebijakan risiko iklim agar perbankan tetap memiliki daya tahan yang kuat terhadap guncangan lingkungan.
Di tengah pesatnya inovasi teknologi informasi dan kompleksitas produk bank, OJK mengingatkan bahwa penerapan tata kelola (corporate governance) harus semakin kokoh.