Kahpi menambahkan, untuk peserta yang ingin dihapus tatonya, mereka terlebih dahulu mengikuti tahapan sebelum dilakukan tindakan meliputi pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium darah.
"Jika ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan, dokter dari tim kami akan memberikan arahan dan solusi lebih lanjut. Karena, perlu dipahami bahwa penghapusan tato tidak dapat hilang seketika hanya dengan satu kali tindakan laser, sensitivitas kulit sangat beperngaruh besar," ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta hapus tato, mengaku memilih menghapus tato, lantaran menilai tato ditubuhnya tidak berguna.
Ia menyebut saat itu tato hanya untuk keren-kerenan saja. Ditambah momen ramadan dan program hapus tato gratis.
"Awalnya buat tato itu tahun 1993. Saya ingin memberikan kesan agar terlihat keren. Namun, pada dasarnya dahulu saya juga hanya ikut-ikutan teman saja," tutupnya.