Dalam laga tandang kontra Burnley, kembalinya Bruno Fernandes ke posisi nomor 10 terbukti efektif. Fernandes menyuplai assist penting yang membantu Sesko mencetak dua gol.
Menurut analisis Sky Sports, persentase umpan yang diarahkan kepadanya melonjak hingga 53,3 persen, jauh di atas rata-rata 30,9 persen sebelumnya.
BACA JUGA:MU Incar Gelandang 1,93 Meter Rp1,2 Triliun! Setan Merah Juga Siapkan Transfer Gila Elliot Anderson
BACA JUGA:Manchester United Akali PSR Meski Boncos Besar, Aston Villa Justru Terancam Dihukum UEFA
Artinya, ia kini benar-benar menjadi pusat serangan.
Sentuhan Warisan Sir Alex Ferguson
Perubahan gaya bermain Manchester United juga tak lepas dari pengaruh filosofi lama klub.
Michael Carrick dan Darren Fletcher, yang merupakan bagian dari generasi emas Sir Alex Ferguson, dikenal dengan pendekatan yang memaksimalkan peran striker tengah.
Mantan striker United, Robin van Persie, pernah mengungkap bagaimana Sir Alex menuntut para gelandangnya untuk terus menyuplai bola kepada penyerang utama. Filosofi tersebut kini terasa kembali dihidupkan.
BACA JUGA:Hasil Liga Inggris: Benjamin Sesko Bawa Setan Merah Raih 3 Poin dari Markas Everton!
Hasilnya, Sesko tak lagi terisolasi. Ia menjadi target utama distribusi bola dan mampu memaksimalkan peluang dengan lebih klinis.
Mentalitas Baja Jadi Pembeda
Selain faktor taktik, kekuatan mental menjadi kunci kebangkitan Sesko.
Meski sempat lebih sering memulai laga dari bangku cadangan, ia tetap memberi dampak signifikan saat dipercaya turun.
Carrick juga cermat memanfaatkan pemain muda seperti Kobbie Mainoo untuk menciptakan dinamika baru di lini tengah.