JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung khawatir perang Israel-Amerika Serikat (AS) vs Iran dapat berdampak pada kenaikan harga barang di Ibu Kota.
Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, di mana kebutuhan bahan pokok meningkat.
Memanasnya kondisi global kata politisi PDI Perjuangan itu pasti akan berdampak pada suplai barang jika jalur transportasi dunia seperti di Selat Hormuz ditutup.
Sekedar informasi dilansir dari Media lokal Iran, Tasnim, sekarang ini Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menutup jalur vital Selat Hormuz menyusul serangan AS-Israel.
BACA JUGA:Ini Pidato Terakhir Ali Khamenei di Hadapan Keluarga dan Publik Iran
Penutupan dilakukan karena jalur air itu karena akan berada dalam situasi tidak aman saat AS-Israel menyerang.
"Kalau ada apa-apa pasti akan menyebabkan kenaikan harga-harga dan juga menyebabkan apa, supply chain-nya terganggu," kata Pramono di Jakarta Timur dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Pramono menyampaikan, memanasnya wilayah Timur Tengah dapak berdampak secara langsung maupun tidak langsung bagi Jakarta.
BACA JUGA:Profil dan Rekam Jejak Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel
Dari itu Pramono akan berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kondisi tersebut tidak berdampak parah bagi ekonomi Jakarta.
"Ya kita di DKI Jakarta, tadi saya juga menyampaikan, untuk tentunya berhati-hati. Kita akan berkomunikasi terus untuk menjaga Jakarta dengan baik," ujarnya.
Pramono pun mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga Jakarta di tengah kondisi keamanan global yang tidak stabil.
BACA JUGA:Pengumuman Resmi Bandara Ngurah Rai, Serangan Israel-AS ke Iran Bikin Jadwal Penerbangan Berantakan
Jika tidak mendesak, Pramono mengajak warga untuk tidak pulang mudik saat hari raya Idul Fitri.
Pramono pun akan memberikan banyak insentif bagi masyarakat yang tidak pulang mudik Lebaran.