Laba Unaudited Tembus Rp6 T, Ini Langkah PalmCo Capai Lompatan Kinerja

Senin 02-03-2026,13:41 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun, atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja finansial ini merupakan dampak langsung dari kedisiplinan eksekusi strategi di seluruh lini.

"Fokus kami berpusat pada tiga hal pokok mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, namun dampak nyata atas transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja," ujar Jatmiko.

BACA JUGA:Syarat Terima Saldo DANA Gratis Rp103.000 ke Dompet Digital, Pakai 2 Cara Mudah Ini

BACA JUGA:Syarat Terima Saldo DANA Gratis Rp103.000 ke Dompet Digital, Pakai 2 Cara Mudah Ini

Produktivitas Hulu dan Hilir Kompak Bertumbuh

Fundamental operasional yang semakin solid menjadi pijakan awal dari lompatan kinerja PTPN IV PalmCo.

Dari sisi produktivitas hulu (on-farm), perusahaan mencatatkan peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), tumbuh 3 persen secara YoY.

Sementara itu, dari sisi hilir atau pengolahan, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) mencatatkan performa yang lebih baik lagi, yakni mencapai 4,70 ton/ha, atau tumbuh 9 persen secara tahunan.

BACA JUGA:PSSI Resmi Rilis Harga Tiket FIFA Series 2026, Debut John Herdman di SUGBK: Paling Murah Rp150 Ribu!

BACA JUGA:Bantahan Keras Andhika Sudarman, Tak Terima Dituduh Pelaku Pelecehan Seksual Hingga HCI Ambil Sikap

Pertumbuhan laba bersih hingga 65% YoY tersebut tidak lepas dari keberhasilan program efisiensi yang dijalankan perusahaan, yang kini menjadi motor utama profitabilitas.

"Kita dapat menekan tingkat kehilangan (losses) Meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik. Serta mendorong digitalisasi proses bisnis yang mempertajam pengawasan dan pengambilan keputusan yang berorientasi kepada efektifitas dan efisiensi,” kata Jatmiko.

Dampaknya sangat jelas, Margin EBITDA perusahaan menguat di level 26,05 persen, naik 11,44 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut juga menunjukkan lompatan pertumbuhan pada rasio Return on Asset perusahaan.

ROA Melambung Dua Kali Lipat dalam Tiga Tahun

Kategori :