Harga Minyak Dunia Tembus US$80 per Barel, Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Rabu 04-03-2026,05:17 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masih bisa dikendalikan meski harga minyak tembus U$ 80 per barel saat ini.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tak mengganggu biaya belanja pemerintah.

"Kan channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah ke US$ 80, saya hitung sampai US$ 92 (per barel) pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tidak masalah," kata Purbaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Februari 2026.

BACA JUGA:Like Father Like Son, Momen Jokowi dan Gibran Semobil di BMW i7 Pulang dari Istana

BACA JUGA:Siapa Saja 11 Orang yang Dibawa KPK ke Jakarta Bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq?

Ia memastikan pemerintah masih bisa mengatur kenaikan harga minyak dunia.

"Nggak (jadi masalah), kita bisa adjust, kita bisa atur," ujar dia.

Meski demikian, ia mengatakan jika lonjakan terjadi secara ekstrem, maka pemerintah akan melakukan perhitungan ulang untuk menyesuaikan kebijakan fiskal.

"Jadi masih bisa di absorb kalau harga minyak naik kalau terlalu tinggi. Tapi kalau ekstrem sekali akan kita hitung ulang," imbuh Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan belum ada rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global akibat eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

BACA JUGA:Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Bakal Digelar 19 Maret 2026, Ini Lokasi dan Waktunya

BACA JUGA:Momen Prabowo Beri Hormat ke SBY saat Menyambut di Teras Istana

Bahlil menjelaskan bahwa skema harga BBM dalam negeri terbagi menjadi dua kategori, yakni subsidi dan nonsubsidi.

“Kalau harga yang disubsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama, sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil.

Kategori :