Dalam kesempatan ini, Wapres juga berdialog dengan para siswa.
Salah satu siswa, Mirza Ali Musyafa, menanyakan pandangan Wapres terkait dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI, khususnya terkait penggunaan sumber daya air dalam operasional pusat data.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Wapres menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
“Yang namanya kemajuan zaman pasti ada plus minusnya terhadap lingkungan. Tantangannya adalah mencari titik tengah. Kita ingin teknologi berkembang, kita ingin AI digunakan secara luas, tetapi keberlanjutan lingkungan juga harus tetap diperhatikan,” jelasnya.
BACA JUGA:Rakernas Haidar Alwi Institute, Setia Tegak Lurus Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Sebagai informasi, Workshop AI Ready ASEAN merupakan program yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org untuk memperluas literasi AI di kawasan Asia Tenggara.
Melalui program ini, para pelajar diperkenalkan pada konsep dasar AI, etika penggunaan teknologi, serta pemanfaatannya dalam berbagai aspek kehidupan.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi pelajar untuk memahami teknologi AI dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
“Kami percaya setiap pelajar, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial. Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberi dampak positif bagi komunitasnya,” ujarnya.