JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan Pemerintah Arab Saudi memastikan jamaah tetap dapat melaksanakan ibadah umrah dengan aman meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Gus Irfan menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah telah berdampak pada stabilitas keamanan regional dan aktivitas transportasi udara internasional.
BACA JUGA:Bacaan Doa Ramadhan Hari ke-22 Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Amalan untuk Raih Keberkahan
Sejumlah negara di kawasan tersebut menutup ruang udara, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.
“Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” kata Gus Irfan.
Akibat kondisi tersebut, proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah, terutama yang menggunakan penerbangan transit, mengalami gangguan.
BACA JUGA:Info Penting untuk Calon Jemaah, Ada Skenario Terbaru Opsi Pengalihan Rute Haji
Meski demikian, berdasarkan laporan dari perwakilan pemerintah serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, situasi keamanan di kota-kota utama tujuan ibadah seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah tetap dalam kondisi aman.
Pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, untuk memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterimanya hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 orang peserta umrah masih berada di Arab Saudi.
BACA JUGA:Penuhi Konsumsi Haji 2026, Kemenhaj Fasilitasi Ekspor Ribuan Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi
Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan.
“Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik,” kata Irfan