Untuk mengurangi risiko tersebut, Komarudin mengimbau masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan berbagai instansi pemerintah maupun kementerian.
Menurutnya, ratusan ribu kuota tersedia bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan lebih aman.
Jika tetap menggunakan kendaraan pribadi, masyarakat diminta memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan aparat di berbagai titik.
Diterangkannya, lebih dari 100 pos telah disiagakan untuk membantu pemudik yang membutuhkan tempat istirahat atau sekadar merapikan barang bawaan.
"Manfaatkan pos-pos yang tergelar di seluruh wilayah kami. Masyarakat bisa istirahat atau merapikan barang bawaan agar perjalanan tetap aman," terangnya.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik, Bikin Mudik Aman dan Nyaman
Pihaknya menyoroti kendaraan roda empat yang membawa barang melebihi kapasitas, seperti menaruh barang di atap kendaraan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terutama jika barang terjatuh di tengah perjalanan.
Dituturkannya, jika ditemukan pelanggaran seperti muatan berlebih atau kondisi kendaraan yang membahayakan, polisi akan lebih dulu mengedepankan pendekatan persuasif.
"Pengguna jalan yang seperti itu akan kami sasar. Tapi kami akan memberikan imbauan terlebih dahulu dan mengajak untuk merapikan. Penegakan hukum adalah langkah terakhir," tuturnya.
Disebutkannya, sejak beberapa hari terakhir telah melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang mengalami kepadatan, seperti di kawasan Bantar Gebang, di ruas tol Kilometer 44 yang sedang dilakukan perbaikan, serta di ruas tol arah Slipi menuju Tomang.
Meski demikian, kepadatan tersebut disebut bukan disebabkan oleh arus mudik, melainkan faktor teknis seperti antrean truk sampah dan pekerjaan perbaikan jalan tol.
Polisi berharap kondisi lalu lintas dapat segera kembali normal sehingga persiapan menghadapi puncak arus mudik pada akhir pekan dapat berjalan dengan baik.