Pantura Mulai Padat, Menhub Dudy dan KDM Sidak Jalur Mudik di Cirebon

Minggu 15-03-2026,10:20 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Marieska Harya Virdhani

Kompensasi ini diberikan kepada para pengemudi yang terdampak pengaturan dan pengendalian operasional selama masa arus mudik.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran arus mudik, sekaligus memberikan perhatian kepada para pengemudi transportasi tradisional yang terdampak pengaturan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran.

BACA JUGA:Polres Metro Bekasi Kota Lakukan Antisipasi Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Parwoto: Siapkan Tiga Jalur

“Kami dari Kementerian Perhubungan mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan bantuan kepada para pengemudi transportasi tradisional. Program ini sangat baik karena dapat membantu menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan dukungan kepada para pengemudi agar dapat beristirahat sementara selama masa Angkutan Lebaran,” kata Menhub.

Program bantuan tersebut memberikan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang kepada pengemudi transportasi tradisional seperti angkot, becak, andong, dan ojek.

Melalui bantuan ini, para pengemudi diharapkan dapat mengurangi aktivitas operasional sementara selama masa arus mudik sehingga potensi hambatan samping di jalan dapat diminimalkan.

Menhub menilai langkah ini turut membantu petugas di lapangan dalam menjaga kelancaran lalu lintas di jalur-jalur utama mudik, khususnya di wilayah Pantura Cirebon yang menjadi salah satu koridor penting pergerakan masyarakat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BACA JUGA:Cerita Adam Mudik ke Bandung, Berangkat Lebih Awal karena WFH dan Takut Macet

“Kami juga mengimbau pemerintah daerah lain untuk dapat menginisiasi program serupa sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Langkah seperti ini dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” ucap Menhub.

Melalui berbagai langkah kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tersebut, diharapkan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Usai melakukan peninjauan di Cirebon, Menhub Dudy melanjutkan perjalanan ke Subang melalui jalur darat.

Hal tersebut untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama yang menjadi lintasan pemudik.

BACA JUGA:H-7 Mudik Lebaran 2026: Arus Pemudik Mulai Padat di Simpang BCP Bekasi, Mengarah ke Pantura

Selain itu, Menhub Dudy juga memantau langsung kondisi titik-titik rawan kepadatan serta kesiapan fasilitas pendukung keselamatan perjalanan.

Peninjauan pun ditutup dengan kembali ke Jakarta melalui jalur Pantura.

“Peninjauan melalui jalur darat ini penting agar kami dapat melihat secara langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari kelancaran arus lalu lintas, kesiapan rambu dan fasilitas keselamatan, hingga potensi titik kemacetan. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat disiapkan lebih optimal demi memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, lancar, serta nyaman,” lanjut Menhub.

Kategori :