“Kalau kita sudah dapat satu penumpang, biasanya kita kasih kesempatan ke teman yang belum angkat barang,” kata Warsito.
Lonjakan jumlah penumpang selama musim mudik juga berdampak pada peningkatan pendapatan para porter. Warsito menyebut penghasilan mereka biasanya meningkat cukup signifikan dibandingkan hari biasa.
“Kalau dibandingkan hari normal, peningkatannya bisa sekitar 30 sampai 40 persen,” ujarnya.
Meski begitu, peningkatan aktivitas kerja juga membawa konsekuensi tersendiri. Saat sebagian besar masyarakat bersiap pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, para porter justru harus tetap bertugas di stasiun untuk melayani para pemudik.
BACA JUGA:Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik
Warsito mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari pekerjaan yang mereka jalani setiap tahun.
“Kalau musim mudik seperti ini, kita memang tidak bisa pulang kampung karena penumpang sedang ramai-ramainya,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tetap bersyukur karena peningkatan jumlah penumpang juga berarti ada tambahan penghasilan bagi para porter.
Menurutnya, membantu pemudik agar perjalanan mereka lebih mudah juga memberikan kepuasan tersendiri.
“Yang penting penumpang bisa sampai ke kereta dengan lancar dan tidak kesulitan membawa barang,” ujar Warsito.