Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan peran aktif BMKG pada jaringan WMO, termasuk Global Atmosphere Watch (GAW), memastikan Indonesia terhubung dengan sistem observasi global.
Demikian itu, data nasional dapat berkontribusi pada pemantauan iklim dunia sekaligus memperkaya kapasitas nasional.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan komitmen kuat BMKG untuk terus memperkuat sistem observasi, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta mempercepat akselerasi transformasi digital.
BACA JUGA:BMKG Prediksi Musim Kemaru Datang Lebih Cepat, Puncak Kekeringan Terjadi Agustus 2026
“Informasi cuaca dan iklim bukan hanya untuk ahli, tetapi untuk semua orang: nelayan, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat umum,” tutur Ardhasena Sopaheluwakan.
Mengingat, dampak nyata observasi BMKG bukan sekadar angka di layar, melainkan informasi yang menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlanjutan kehidupan.