Langkah meliburkan program selama kurang lebih dua minggu ini ternyata bukan sekadar urusan operasional semata.
Di baliknya, terdapat angka penghematan kas negara yang cukup fantastis.
Dadan mengakui bahwa jeda distribusi selama momentum lebaran ini menjadi salah satu instrumen efisiensi bagi Badan Gizi Nasional.
Tak tanggung-tanggung, anggaran yang berhasil diselamatkan mencapai triliunan rupiah.
"Tentu ada hitung-hitungannya. Dengan (jeda libur) seperti ini, kurang lebih kita bisa menghemat anggaran sekitar Rp5 triliun," ungkap Dadan secara blak-blakan.