Selain itu, tingkat iluminasi hilal tercatat sangat kecil, sekitar 0,20 persen, dengan durasi keberadaan bulan di atas ufuk setelah matahari terbenam yang relatif singkat.
"Kondisi ini menyebabkan hilal secara teoritis sulit diamati, bahkan mendekati tidak mungkin terlihat dengan metode rukyat," kata Cecep.
BACA JUGA:Michael Bambang Hartono Wafat di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
BACA JUGA:Hilal Belum Capai 3 Derajat, MUI Imbau Umat Rayakan Lebaran Sesuai Keyakinan
Berdasarkan parameter tersebut, posisi hilal di Jakarta dinilai belum memenuhi kriteria Imkan rukyat yang mensyaratkan terpenuhinya tinggi dan elongasi secara bersamaan.
"Dengan demikian, penentuan 1 Syawal 1447 H berpotensi ditetapkan melalui metode istikmal atau penyempurnaan bulan berjalan menjadi 30 hari," tegasnya.