Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wasiat untuk bertakwa ini sangat penting bagi kehidupan kita di dunia, agar kita memperoleh keselamatan dan keberkahan hingga di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tanpa terasa, kita telah berada di penghujung bulan suci Ramadhan. Di akhir Ramadhan ini ada dua perasaan yang sering muncul di hati kaum muslimin.
Pertama, ada yang merasa sedih dan menangis karena berpisah dengan Ramadhan. Mereka merasa kehilangan, seolah-olah tertimpa musibah. Sebab mereka memahami bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْمَلَائِكَةُ لِمُصِيبَةِ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
Artinya: "Apabila tiba malam terakhir bulan Ramadhan, maka langit, bumi, dan para malaikat menangis karena musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad."
Para sahabat bertanya, "Apakah musibah itu wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Perpisahan dengan bulan Ramadhan, karena pada bulan itu doa-doa dikabulkan dan sedekah diterima."
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).