Melansir dari situs MUI, berikut adalah bacaan takbir yang umum dilantunkan, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illā Allāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”
BACA JUGA:Bacaan Niat Salat Idul Fitri 2026/1447 H Jumat 20 Maret 2026 untuk Makmum dan Imam
Setelah membaca takbir tersebut sebanyak tiga kali kemudian dilanjutkan dengan membaca lafaz berikut:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, lā ilāha illā Allāh wa lā na’budu illā iyyāhu, mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn, lā ilāha illā Allāhu waḥdah, ṣadaqa wa’dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah, lā ilāha illā Allāh wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian. Maha suci Allah di waktu pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama, meskipun orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, menghancurkan pasukan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”
Perlu dipahami jika takbiran Idul Fitri ini bukan hanya tradisi setahun saja, namun sebagai bentuk ibadah yang sarat akan makna.
Di mana, selain menjadi ungkapan syukur dan pengagungan terhadap Allah SWT, berdzikir membaca takbir pada momentum Idul Fitri—atau yang kemudian dikenal dengan istilah takbiran— ini juga menjadi syiar yang menghidupkan suasana hari raya.
Lewat lantunan takbir tersebut, hendaknya seorang muslim tak hanya membacanya secara lisan, namunjuga menghadirkan kesadaran dalam hati akan kebesaran Allah SWT sehingga perayaan Idul Fitri menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.