Pembalap muda asal Indonesia itu dinilai sebagai talenta yang menempuh jalur pembinaan paling ideal menuju level balap dunia.
Pengamat dan komentator MotoGP, Matteo Guerinoni, menyebut Veda sebagai salah satu pembalap Indonesia pertama yang berkembang melalui sistem yang terstruktur dan berjenjang.
Menurutnya, dalam hampir dua dekade terakhir, belum ada pembalap Tanah Air yang menjalani proses pembinaan seideal Veda hingga mendekati level kompetisi dunia.
Penampilan Veda juga dinilai konsisten di setiap sesi, mulai dari latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan.
Hal ini menjadi indikator penting yang jarang dimiliki oleh pembalap muda.
Dalam beberapa balapan terakhir, Veda Ega bahkan mampu bersaing di barisan depan bersama para rookie berbakat lainnya.
Pembalap asal Gunung Kidul itu beberapa kali menembus posisi tiga besar dan terlibat duel sengit dengan rival-rivalnya, termasuk pembalap muda Eropa yang dikenal memiliki potensi besar.
BACA JUGA:RESMI! Imbas Perang Iran, MotoGP Qatar Mundur ke November 2026
Bagi Matteo, performa tersebut membuktikan bahwa Veda bukan sekadar pendatang baru di Moto3.
Meski masih muda, Veda Ega Pratama sejatinya bukan pembalap yang minim pengalaman.
Ia telah melewati berbagai kompetisi junior sebelum tampil di level dunia.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah saat menjuarai Asia Talent Cup, yang dikenal sebagai jalur resmi pembinaan pembalap menuju kejuaraan yang lebih tinggi.
Bekal pengalaman itu membuat mental balap Veda lebih matang dibandingkan kebanyakan rookie.