JAKARTA, DISWAY.ID - Harga emas anjlok hampir 10% sepekan terakhir.
Kondisi ini menurut cacatan CNBC, menjadi yang terburuk sejak 2011.
Kenapa?
Rupanya, harga emas merosot dalam 15 tahun seiring kekhawatiran investor terhadap implikasi ekonomi dari perang AS-Israel dan Iran.
Kontrak berjangka emas turun 0,7% menjadi 4.574,90 per ons Dolar AS, setelah sempat menguat pada pagi hari.
BACA JUGA:Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Ketersediaan Stok Aman
Sepanjang minggu ini, emas jatuh 9,6%, penurunan mingguan terbesar sejak September 2011.
Emas juga berada di jalur menuju bulan terburuknya sejak Oktober 2008.
Meski demikian, logam ini masih naik lebih dari 5% sepanjang tahun 2026, mencerminkan kenaikan besar sebelum konflik Teluk Persia.
Kontrak berjangka perak merosot lebih dari 2% menjadi 69,66 Dolar AS, level penutupan terendah sejak Desember.
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Naik Rp10.000, Perlahan Bangkit Kembali ke Rp3.000.000
Perak mencatat penurunan selama tiga minggu berturut-turut dengan total penurunan lebih dari 14%.
Perak kini turun lebih dari 1% sepanjang 2026.
Penurunan pada hari Jumat memperpanjang sesi sulit bagi logam mulia sejak Kamis, ketika harga spot turun sekitar 3% setelah sebelumnya mengalami kerugian lebih dalam di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari perang Iran.
Volatilitas di pasar minyak telah memengaruhi sentimen investor global sejak awal perang AS-Israel dengan Iran.