Arus Mudik Lebaran 2026 Lebih Terkendali, Kecelakaan dan Korban Turun Signifikan

Selasa 31-03-2026,06:20 WIB
Reporter : Candra Pratama
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pelaksanaan arus mudik dan balik pada Lebaran 2026 dinilai berjalan lebih lancar dan terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang juga menyoroti peningkatan signifikan pada aspek keselamatan.

"Secara umum pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkendali. Kami juga melihat adanya peningkatan dari sisi keselamatan, yang menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan," kata Menteri Dody, Senin, 30 Maret 2026.

BACA JUGA:Menkop Minta Koperasi Tinggalkan Simpan Pinjam, Masuk Sektor Strategis

BACA JUGA:Update Pemulihan Tanggap Darurat Banjir Sumatera, Bantuan Kemanusiaan dan Nutrisi Masih Disalurkan

Menteri Dody menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang didukung dengan pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time melalui JMTC.

"Penguatan sistem monitoring melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas," tuturnya. 

Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4% dibanding kondisi normal dan 2,3% dibandingkan Lebaran 2025. 

Sementara itu, volume kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat 2,98 juta kendaraan atau naik 10,8% dari kondisi normal. 

Puncak arus mudik terjadi pada H-3 (18 Maret 2026) dengan 270.315 kendaraan, meningkat 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Gugur di Lebanon, Personel TNI Terima Penghormatan Tertinggi dari Negara

BACA JUGA:Prabowo Undang Pengusaha Jepang untuk Investasi di Indonesia, Janjikan Reformasi dan Kemitraan Nyata

Sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+3 (24 Maret 2026) tercatat 256.338 kendaraan, lebih rendah dibandingkan tahun lalu maupun proyeksi awal. 

Dari sisi kinerja lalu lintas, waktu tempuh pada arus balik tercatat lebih baik, yakni 5 jam 12 menit atau lebih cepat 3,8% dibandingkan tahun 2025. 

Sementara, pada arus mudik, waktu tempuh tercatat 5 jam 46 menit atau sedikit meningkat 2,6% seiring tingginya volume kendaraan. 

Kategori :