Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Akhir Musim

Rabu 01-04-2026,06:07 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool Musim Panas 2026, Akhir Era Sang Raja Anfield

BACA JUGA:Arne Slot Ubah Gaya Liverpool, Hasilnya Bumerang: Intensitas Era Klopp Mulai Hilang

“Intuisi saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat dirinya sekarang.”

Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa Guardiola sedang berada di bawah tekanan besar dalam kariernya saat ini.

Sammer menilai tuntutan tinggi di sepak bola elite menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi Guardiola. 

Ekspektasi untuk terus menang di setiap pertandingan dinilai bisa menggerus keseimbangan mental siapa pun, termasuk pelatih sekaliber Guardiola.

Ia bahkan menyebut bahwa ritme kompetisi yang tanpa henti membuat tekanan semakin sulit dikendalikan.

BACA JUGA:2 Pemain Chelsea Diincar Rival Premier League, Newcastle United Bakal Rekrut Transfer Ganda

BACA JUGA:Chelsea Krisis! Rooney Sebut Joao Pedro Tak Layak Bela The Blues: Kurang Banget

Dalam komentarnya, Sammer juga memberikan saran yang cukup blak-blakan. 

Ia menyarankan Guardiola agar tidak perlu berusaha menjelaskan setiap kegagalan kepada semua pihak.

Menurutnya, tidak realistis bagi sebuah tim untuk selalu menang di setiap pertandingan, dan pelatih tidak perlu membuktikan hal tersebut kepada semua orang.

Jika kabar ini benar, maka kepergian Pep Guardiola akan menjadi akhir dari era emas Manchester City

Dengan sederet trofi dan dominasi yang telah dibangun, kepergiannya akan meninggalkan tantangan besar bagi penggantinya.

BACA JUGA:Mengungkap Kutukan Erling Haaland di Wembley Stadium

BACA JUGA:Manchester United Jual Rugi Joshua Zirkzee Rp491 Miliar

Kategori :